Hari-Hari yang Menegangkan Kilas Balik Peristiwa 14 November 1998 Sabtu Berdarah

Status :
Stok Tersedia
Kategori :
Kategori Lain-lain
Rp. 76.000 Rp. 80.000
Qty :

Penulis : Reno Arlan, S.Pd., M.Pd.

Namun, tuntutan itu tidak langsung terpenuhi. Bahkan, keinginan mahasiswa itu, terhalang oleh barikade siaga. Kendati begitu, massa yang mulai emosional itu sudah tak sabar untuk melakukan penurunan bendera setengah tiang. Kemarahan mahasiswa ini juga dipicu oleh sikap pimpinan dan anggota DPRD yang tidak mau menemui mereka untuk berdialog. Menjelang pukul 11.25 WIB, massa terus mendesak ke arah tiang bendera. Lalu, aksi dorong-dorongan dengan petugas pun tak dapat dihindari. Lewat sabetan tongkat rotan, pasukan Dalmas dan PHH Brimob, terus bergerak dan menghalau massa ke luar gedung. Massa yang terdesak keluar pagar yang segera bubar. Tapi justru berkumpul di halaman masjid Raya. Sedangkan barikade tetap berdiri siaga di dalam pagar. Di bawah terik yang menyengat, massa pendemo mulai melempari barikade. Mulanya, aparat keamanan yang dilempari batu itu, masih berusaha bertahan dalam formasi barikade siaga. Amuk massa kian memuncak. Sasaran kemarahan bukan lagi barikade aparat keamanan, dan massa mahasiswa membalikkan mobil dinas DPRD TK I BD 3972 AZ yang terparkir di halaman Masjid Raya Padang Harapan. Melihat tindakan massa itu, aparat keamanan langsung bergerak menyerbu. Granat gas air mata segera diledakkan. Akibatnya, massa yang semula berkumpul di halaman masjid itu, mendadak bubar dan kocar-kacir. Sebagian melarikan diri dan berlindung di dalam masjid. Sebagian lagi, menyisiri jalan pembangunan ke arah kantor Pemda TK I. termasuk, bersembunyi di rumah ketua DPRD TK I Bengkul