Buku kumpulan pantun ini sebenarnya sebuah karya yang bertujuan untuk melestarikan kebudayaan daerah, khususnya Propinsi Riau, terutama pantun empat baris. Hal ini bertujuan agar generasi muda di Riau tidak melupakan budaya para leluhur terkait adat dan kebudayaan Melayu, khususnya pantun. Apalagi saat ini anak muda pada umumnya lebih mengenal pantun yang terdiri atas dua baris. Sehingga terlihat tidak terbiasa lagi menggunakan pantun empat baris.
Selain itu juga maksud dari kumpulan pantun ini ingin menanamkan niai-nilai kebaikan yang disampaikan pantun nasehat dalam bentuk karya empat baris agar mudah diucapkan dan mudah diingat. Disamping itu juga bertujuan untuk hiburan agar terjadi relaksasi dalam pikiran lewat pantun jenaka yang mampu mencairkan suasana yang jenuh.
Masak pulut dalam belanga
Hidupkan api untuk dijerang
Jika mulut tidak dijaga
Alamat hati tidakkan tenang