Risiko Mikroplastik pada Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat di Wilayah Pesisir

Status :
Stok Tersedia
Kategori :
Kesehatan
Rp. 109.000 Rp. 120.000
Qty :

Penulis : Prof. Dr. Anwar Daud, SKM.M.Kes dan Dr. Agus Bintara Birawida, S.Kel. M.Kes


Plastik hingga saat ini merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Penggunaan plastik mulai dari pembungkus makanan, botol air mineral, kabel, pipa paralon, mainan anak hingga pembuatan badan pesawat yang berbahan plastik. Produksi plastik yang semakin meningkat terlebih produk plastik sekali pakai menyumbang cemaran paling besar dan menumpuk di lingkungan. Diperkirakan 10?ri total sampah yang dihasilkan manusia di seluruh dunia dari berbagai pemukiman berasal dari plastik. Walaupun saat ini beberapa dari plastik telah didaur ulang, namun sebagian besar akan terkubur di dalam tanah maupun terbawa arus hingga ke laut yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. 
Pencemaran sampah plastik di lautan dan wilayah pesisir merupakan salah satu masalah lingkungan laut yang paling krusial pada zaman ini. Permasalahan ini telah menjadi perhatian dari kalangan pemerintah, masyarakat, peneliti, media maupun pihak lain dan telah menjadi isu hangat dalam ekologi laut. Bagaimana tidak, benda kecil berupa pecahan plastik atau sering kita sebut “Mikroplastik” ini memiliki dampak langsung maupun tidak langsung bagi kesehatan dan lingkungan di wilayah pesisir. Mikroplastik dapat memasuki rantai makanan serta memiliki kemampuan untuk bertindak sebagai pembawa aditif kimia dan patogen serta berbagai polutan yang mengakibatkan peningkatan kadar, termasuk logam berat, PAH, PCB, dan DDT. Efek merugikan mikroplastik pada kesehatan manusia memiliki efek toksikologi langsung. Cemaran mikroplastik ini tentu juga akan mengganggu kelestarian ekosistem lautan dan pesisir yang lambat laun akan mengakibatkan permasalahan yang lebih serius. Kesadaran dan upaya signifikan perlu dilakukan untuk lebih mawas diri terhadap risiko mikroplastik pada masyarakat pesisir.